
"Being different doesn`t mean you're useful, that difference will bring you eternal despair. But, if you can surpass that feeling, you`ll find your purpose in this plane of existence"
menjadi seorang manusia biasa yang memiliki kehidupan selayaknya manusia, manja di waktu kecil, yearn for parent's love, bermain tanpa memikirkan masalah hidup, pulang bermain disambut dengan omelan orangtua, makan masakan buatan ibu, curhat dengan orang tua tentang berbagai hal,,,betapa aku menginginkan hal-hal itu...
"dunia ini tak adil",,itulah kata-kata yang selalu bergema di kepalaku selama ini. ketika seorang anak bermain bersama keluarganya menghabiskan hari minggu, anak lainnya di luar sana terus bekerja dengan keringat bercucuran sepanjang hari di jalanan demi membantu orang tuanya,,seorang anak yang diberi semua keinginan yang dia inginkan mulai dari kasih sayang, benda-benda yang dia inginkan, dan sebagainya, di lain tempat, seorang anak yang terus menahan keinginannya karena tidak ada yang mau mendengarkannya dan juga karena perhatian orang tua yang tidak tertuju padanya.
Berbeda atau unik atau apalah kata orang-orang, bagi sebagian orang mungkin menginginkan menjadi satu sosok yang berbeda dari orang lain pada umumnya, mempunyai kelebihan dan menjadi unik karena hanya dialah yang memiliki perbedaan itu, akan tetapi, perbedaan itu tidak selamanya mendatangkan kebahagiaan. perbedaan itu serigkali membawa kita dalam jurang kesendirian, dianggap berbeda tidak selalu dikatakan unik, dianggap berbeda bisa juga dianggap sebagai kutukan, monster, penyihir atau sebagainya..
hanya karena kita berbeda apakah hanya karena itu orang lain boleh menyingkirkan kita? membuang kita selayaknya seorang sampah? mungkin keadaan, waktu dan tempat, dan mungkin juga takdir yang membuat seperti itu....
jika Benjamin Button memiliki perbedaan tubuh tua dengan jiwa yang muda, maka aku adalah kebalikannya dan juga lebih dari itu. menjadi seorang Indigo yang menurut orang lain adalah suatu berkah, tapi tida menurutku,,"berkah" ini menjadi sebuah "kutukan" bagiku,,kehilangan kasih sayang, kehilangan orang-orangyang berharga bagiku,, itu semua gara-gara "kutukan" ini,, aku ini bagaikan malapetaka bagi orang-orang di sekitarku...
"kami" yang sebenarnya bertugas untuk merubah tatanan dunia ini menjadi lebih baik, membimbing manusia untuk mengembangkan "potensial" mereka, dan juga sebagai penyambut kedatangan "mereka" yang telah hadir saat ini meskipun baru sedikit, tapi cepat ataupun lambat seluruh manusia pun akan menjadi seperti "kami" dan "mereka"
memiliki kekuatan tidaklah selalu menjadi hal yang menyenangkan, semakin besar kekuatan itu, maka semakin besar pula tanggung jawab yang harus dipikul,,beban mental, tubuh yang semakin cepat rusak, pikiran yang sering kali bercabang, organ-organ dalam yang sering kali mengalami malfungsi, belum lagi kondisi lingkungan yang tidak cooperative dengan perubahan, itu semua menjadi makanan sehari-hari "kami"....
akan tetapi, diluar semua itu, "kami" sadar akan tugas dan alasan "kami" berada di dunia ini,,tidak sedikit "teman-teman" "kami" yang gugur di tengah jalan, dibuang oleh keadaan, dan juga tidak sedikit dari "kami" yang telah mencapai tugasnya masing-masing...

wow, gue yakin sy, ga ada yang sia-sia, apapun yang ada dan kejadian, pasti ada alasannya, mungkin petuah standar yang bisa diucapkan semua orang, tapi itu emang bener adanya, jadi terus berjuang teman!
BalasHapus